Kecil Tapi Mengganjal

Teman-teman, suka lihat kan jenis sajadah masjid yang seperti ini?

Karpet gulung masjid

Bagus ya? Artistik memang. Ada yang gambarnya seperti potongan-potongan sajadah yang digabungkan dengan motif yang beragam.

Tapi dari sinilah permasalahan berasal. *jeng jeng jeng

Ada masalah apa nih sama karpet masjid?

Bentuknya bagus memang, artistik juga, namun hal ini jadi menghilangkan esensi sebenarnya dari shalat yang kita lakukan. Saya sering mendapati orang-orang yang menjadikan satu gambar sajadah itu sebagai ‘lahan’ shalat mereka sehingga merusak shaf yang ada. Jika kamu perhatikan, shaf akan menjadi renggang dan tidak rapat karena mereka mungkin berpikir bahwa ‘ah kavling saya kan di sini, di situ kavling dia’. Duh, kalau boleh jujur saya gemaaaassss sekali melihatnya. Persoalannya adalah ini sering terjadi ketika sedang shalat berjamaah dan orang di sebelah saya menganut pemahaman itu. Saya kadang suka sengaja tidak berdiri di tengah gambar sajadah yang ada tetapi di agak minggir ke arah garis pembatas dan ada saja yang tetap melakukan itu sehingga jaraknya jadi renggang sekali huhu

Saya tidak bermaksud menyalahkan adanya inovasi dan juga kreasi para pengrajin sajadah yang ada, hanya saja entahlah apa adanya sajadah seperti ini menjadi salah satu penyebab bagi orang-orang sehingga berpola pikir seperti itu? Atau memang orang tsb yang belum paham mengenai ‘rapatkan shaf saat shalat’ ?

Namun, tidak semua masjid menggunakan jenis sajadah gulung bergambar sajadah ini, ada juga yang seperti ini:

Bentuk lain sajadah gulung di masjid

Nah, menurut saya penggunaan sajadah seperti di atas bisa meminimalisir pemikiran orang yang akan mengotak-kotakkan wilayah shalat kita. Apakah kamu suka juga mendapati kejadian seperti ini? Boleh share di kolom komentar yaa

*Sebelumnya saya minta maaf kalau ada yang merasa tersinggung, namun tulisan ini murni karena ‘kegatelan’ saya melihat fenomena yang ada di sekitar.

Advertisements

Selamat Hari Ayah, Bi

Selamat Hari Ayah, Bi

Saya adalah satu dari sekian banyak orang yang termasuk tidak dekat dengan ayah. Kenapa saya bilang tidak dekat karena beliau aja ga hapal ulang tahun saya tanggal berapa hahaha. Sebenarnya itu bukan patokan sih, hanya saja beliau memang sosok yang sangat cuek sekali. Jadi, jika dinilai kedekatan secara personal saya lebih dekat dengan mama. Ohya, saya panggil ayah saya dengan sebutan abi. Saya mau cerita sedikit tentang abi.

 

Dari kecil, saya terbiasa dididik mandiri sama abi. Berangkat ke sekolah ya naik angkot sendiri, kalau ada urusan apa-apa jarang banget tuh dijemput paling ya kita disuruh naik angkot. Kecuali kondisinya memang sudah larut malam sekali barulah boleh kita minta jemput. Kalau masih bisa sendiri lalu minta dijemput kayaknya langsung dikatain manja deh sama kakak-kakak saya. Dulu abi sempat pernah bilang “Semua anak abi harus bisa naik mobil sendiri” dengan alasan supaya kita ga perlu bergantung dengan orang lain kalau mau pergi-pergi. Sekarang pas udah gede gini mikir lagi sih, jangan-jangan si abi ada udang dibalik bakwan nyuruh anaknya supaya bisa bawa mobil jadi dia juga ga direpotin minta jemput sana-sini hahaha. Maklum deh, saya ga punya saudara laki-laki. Kami 3 bersaudara perempuan semuanya (jadi abi di rumah paling ganteng).

 

Di dalam keluarga saya, abi akan ‘turun’ jika ada hal-hal yang menyangkut urusan keuangan dan juga hal-hal yang membutuhkan keputusan besar. Untuk hal-hal remeh di rumah, ataupun hal-hal yang bukan keputusan besar semua diurus oleh mama. Maklum mama memang ibu rumah tangga jadi waktunya lebih banyak untuk mengurus rumah beserta anak-anak.

 

Secuek-cueknya abi, dulu sewaktu sekolah ternyata abi sering tanya kenapa saya belum pulang apabila sudah malam. Abi tidak langsung bertanya atau telepon ke saya tetapi nanyanya lewat mama. Nah, baru deh mama yang akan telepon saya dan marah-marah :))

Abi ga pernah marah langsung di depan anak-anaknya, semua memang lewat mama. Sampai anaknya sudah di rumah pun diam aja ga ditanya apa-apa, yang bawel tetap mama. Alhasil kami memandang mama tuh bawel, tapi bawelnya ternyata juga dari omongan abi hehe

 

Diam-diam gitu, abi dikenal galak. Kalau teman-teman saya ke rumah sampai dijuluki dosen matematika hahaha

selamat hari ayah (2).jpg
Galak ga? hehehe

Terlepas dari semua kekurangannya, saya punya memori tersendiri dengannya. Kejadian ini sewaktu saya SD. Saya diberikan tugas untuk membuat target nilai untuk rapot. Target nilai itu harus ditandatangani oleh orangtua agar mereka tau dan membantu anaknya untuk bisa tembus nilai target yang sudah ditulis. Saat itu rata-rata teman sekelas saya menulis 7 ataupun 8. Sedangkan saya? Di semua mata pelajaran abi menulis angka 10. Wuih, jiper banget ga sih saat itu. Saya tau zaman itu mendapatkan nilai 10 di rapot hampir mustahil rasanya.

 

Melihat itu, saya sempat protes sama abi karena guru saya juga mengembalikan formulir target itu yang juga dirasa guru saya target yang saya tulis hampir mustahil untuk tercapai. Sampai di rumah, abi hanya bilang “Yang namanya target itu harus maksimal. Kalau target cuma 7 atau 8 yang gampai dicapai buat apa bikin target?”

 

Yah namanya masih SD dulu rasanya malu banget saat mengembalikan formulir yang tidak diubah angkanya sama abi. Diomongin teman-teman? Pasti. Dianggap jumawa-lah dulu. Tapi sampai sekarang saya tidak pernah lupa kejadian itu dan pelajaran yang saya ambil dan saya terapkan hingga saat ini adalah ga usah takut jika kita berbeda diantara yang lain tapi dalam jalur yang benar. Ga usah denger kata orang karena kita ga bisa mengikuti semua kemauan orang.

“Terima kasih abi telah menanamkan pesan-pesan moral kepada anak-anaknya hingga kami menjadi seperti saat ini. Kami semua belajar keikhlasan kesabaran, dan pengorbanan dalam menjalani kehidupan ini”

selamat hari ayah
Foto jadul, tahun 2012

Selamat Hari Ayah

12 November 2017

 

Resep Kue Semprit

Resep Kue Semprit

Saya klarifikasi di awal, saya menulis ini tujuannya untuk berbagi karena dalam dunia kuliner itu ada hal-hal yang mungkin tidak tertulis di resep tapi dapat mempengaruhi rasa maupun bentuk dari kue tersebut.

Pada kesempatan lebaran kali ini, saya menemukan resep kue semprit di salah satu majalah kuliner, namanya Sedap. Yailah disebut juga, kirain mau disamarkan. Saya tipe orang yang butuh motivasi lebih untuk masuk dapur, tapi kali ini simply karena liat resepnya kok gampang jadi ya coba aja ga ada salahnya. Ini dia resepnya:

Bahan:

50 gram margarin

100 gram mentega tawar dingin

100 gula tepung (gula yang dihaluskan)

1/4 sdt esens vanila

1 kuning telur

180 gram tepung terigu protein rendah

25 gram maizena

20 gram susu bubuk

50 gram cherry merah, potong-potong

Cara membuat:

  1. Kocok margarin, mentega tawar dingin, gula tepung, dan esens vanila 4 menit sampai lembut. Masukkan kuning telur. Kocok rata
  2. Masukkan tepung terigu, maizena, dan susu bubuk, sambil diayak dan diaduk rata.
  3. Semprot menggunakan split bunga di atas loyang yang diolesi tipis margarin. Beri cherry di atasnya.
  4. Oven dengan api bawah pada suhu 140 derajat celsius 30 menit sampai matang.

Ohya, saya mau sharing pengalaman saya. Karena jarang bikin kue, saya benar-benar ikuti step-nya seperti yang tertulis. Tapi ternyata hasil adonan saya tidak encer bahkan lebih mirip seperti adonan kue nastar. Jadi ketika dimasukkan ke split bunga tidak bisa membentuk seperti semprit pada umumnya. Saya kurang paham kenapa bisa begitu, ada yang bilang kocoknya kurang lama. Nah, saya kurang tau batas kocokan lama dan sebentar tuh seperti apa. Saya merasa sudah mengocoknya cukup lama sekitar 15 menit tapi hasilnya tidak sesuai.

Walaupun tidak sesuai, akhirnya saya akali saja. Adonannya saya cetak dengan cetakan lope-lope seperti ini:

kue semprit.jpg
Alhamdulillah kue semprit nya tidak terbuang hehe

Akhirnya saya suruh keponakan saya, Syaima (4 tahun), untuk mencobanya dan dia bilang enak. Awalnya saya berpikir “Yah, namanya anak kecil kayaknya semua makanan dibilang enak sama dia” ternyata dia ambil lagi kuenya berarti emang enak hihi

Makasih ya Syaima, tingkat kepercayaan diriku meningkat untuk masuk dapur lagi 😀

Adab Bagi Pengendara Motor

Haduuhh puasa emang ada aja ya cobaannya. Buat saya, cobaan terberat sewaktu puasa bukan lagi iklan sirup di siang hari bolong, namun jalanan ibukota!

Bayangkan saja, macet mendera dimana-mana eh ada aja loh pengendara yang ga punya adab. Kenapa ga punya adab? Karena menurut saya yang mereka lakukan memicu emosi pengendara yang lain dan rasanya langsung ingin mengumpat saja. Apa saja sih tingkah pengendara motor yang tak beradab itu? Nih saya buatkan list-nya:

1. Merokok di motor

Saya tuh mikir apa sih enaknya rokok sambil mengendarai motor? Bukannya jadi susah fokus dan tidak nyaman ya? Mungkin kebanyakan rokoknya hanya kamu pegang bukan dihisap karena harus fokus sambil bawa motor juga. Nah, kebayang ga mengendarai motor sambil merokok? Abu rokoknya itu otomatis terbang ke pengemudi di belakangnya. Bahkan pernah masih dalam bentuk bara api loh. Ini nih yang bahaya. Syukur jika pengendara di belakangnya memakai perlengkapan motor lengkap seperti jaket, sarung tangan, dan helm. Nah, kalau tidak? Atau jika kaca helmnya sedang dibuka dan bara apinya mengenai matanya bagaimana? Bisa-bisa kecelakaan dan polisi turun tangan.

2. Ngobrol beriringan

Tipe pengendara seperti ini umumnya cenderung tidak membahayakan, namun menyebalkan ya ga sih? :)) Kalau sedang buru-buru mau pulang karena mau ngejar buka puasa di rumah, eh di jalan ketemu yang seperti ini kalau ga kuat-kuat iman rasanya ingin langsung ditabrak aja deh. Untungnya ini Bulan Ramadhan, sabar..

3. Knalpot modifikasi

Wahai kalian yang suka modif motor khususnya di bagian knalpot, kenapa sih memilih jenis knalpot yang bunyinya ngalahin bajaj itu?

Satu, pasti akan ada acara hah-hah an saat ngomong sama boncengan karena ga kedengeran!

Dua, kalian ga sayang sama gendang telinga sendiri? 😢

Ketiga, tolonglah berempati sedikit sama pengendara motor lain yang ada di belakang kamu. Udah pernah ngerasain belum berdiri di belakang knalpot sendiri? Coba rasakan, akan ada sensasi tertampar! Itulah mengapa saya setuju pernah ada kejadian anak sekolah yang membawa motor dengan knalpot seperti ini, tau hukumannya? Tak perlu suruh dia macam-macam, suruh dia jongkok di depan knalpotnya sendiri dan rasakan sensasinya. Semoga dia berpikir, rasa empatinya juga terbentuk, serta segera insyaf. Aamiin.

4. Meludah sembarangan

Nah, kalau ini berdasarkan pengalaman pribadi. Asli, menjijikkan! Saya ga nyangka ujian puasa kali ini seberat ini ya Allah😭

Di saat mau pulang, lagi-lagi kondisi buru-buru mau ngejar Magrib di rumah kurang lebih dengan kecepatan standar 40 km/jam, saya berniat ingin menyalip motor di depan saya. Namun, tiba-tiba ia melakukan hal menjijikkan itu! Dan kamu tau itunya kemana-kemana (karena kondisi motor dalam keadaan jalan) bahkan percikan itunya mengenai celana saya!!! Oh My God😫

5. Klakson

Saya punya dua kondisi untuk poin yang ini. Kondisi pertama yaitu saat lagi di lampu merah. Mereka akan membunyikan klakson padahal lampunya masih kuning. Duh, ga sabaran banget sih? Lalu kondisi yang kedua, klakson-klakson pertanda orang disuruh minggir karena dia mau lewat. Hellaaaawwww, are you okay? Tipe-tipe klakson yang seperti ini pendek-pendek tapi sering. Bikin gengges deh pokoknya!

Nah, itulah saya bilang diawal adab berkendara motor itu penting karena ini menyangkut nyawa orang lain juga. Mungkin terlihat sepele, namun kalau diperhatikan kembali saya rasa tiap-tiap pengendara perlu diberitahu dan paham akan adab-adab yang tidak tertulis seperti ini demi hubungan sosial yang baik.

Nah, kamu punya hal ajaib lain lagi yang pernah ditemui saat di jalanan? Silakan share di kolom komentar. Semoga kamu bukan termasuk salah satu yang saya sebutkan di atas ya. Atau kalaupun iya, segeralah berubah😉

 

Serba-Serbi Ramadhan

Alhamdulillah dikasih nikmat panjang umur dan nikmat sehat sampai ketemu lagi sama Bulan Ramadhan kali ini. Sejauh ini gimana puasanya? Lancar? Semoga yang baca tulisan ini diberikan kesehatan terus dan bisa menjalankan ibadah hingga nanti Idul Fitri.

Menghadapi Bulan Ramadhan tentu butuh persiapan khusus. Tujuannya supaya ga ‘kaget’ dengan segala rutinitas di Bulan Ramadhan ini. Biasanya tidur joss aja sampai pagi, eh ini disuruh bangun pagi-pagi buta buat sahur. Siang hari biasanya ngumpul makan siang bareng, nah sekarang harus distop dulu karena puasa. Menjelang sore biasanya cari cemilan sambil gosipin orang, eh sekarang harus ditahan dulu lagi-lagi karena puasa 😀

Itu dia perlu adanya persiapan fisik dan mental sebelum mengahadapi Bulan Ramadhan ini. Percaya ga percaya, Bulan Ramadhan itu sebenarnya menguras fisik yang lumayan loh. Makanya disarankan untuk melakukan ‘pemanasan’ dulu dengan melakukan puasa sunnah (bisa sekaligus bayar hutang) sambil mengatur pola makan kita dan menjauhkan segala macam godaan cemilan-cemilan yang bertebaran di sekeliling kita.

Makanan berbuka

Ada beberapa hal yang biasanya hanya bisa ditemui saat Bulan Ramadhan. Salah satunya kurma! Walaupun ga di Bulan Ramadhan tetep ada sih, tapi kehadiaran kurma saat buka puasa tuh bikin beda. Kayaknya kalau ga ada kurma kurang afdol aja gitu :p

Kurma makin banyak macamnya. Kalo saya sekarang lagi suka dan mengonsumsi yang ini nih:

IMG20170610130145.jpg
Kurma Khenaizi | bukan promosi ya, tapi ini enak!

Tekstur kurmanya pas. Ga terlalu keras dan ga terlalu lembek. Kalau terlalu keras kadang kulitnya sampai meletek, nah itu saya kurang suka. Terlalu lembek juga nantinya seperti kurma ketan. Itu loh, kurma yang tekstur lembut dan lengket seperti caramel. Pengemasannya ada yang ditempat plastik yang dipress hingga kedap. Saya sering menyebutnya sebagai kurma ketan namun nama sebenarnya adalah kurma kholas.

kholas
Kurma Kholas | source: bukalapak

Kalau soal khasiat dari makanan nabi ini udah ga perlu diragukan lagi ya. Jika sedang merasa darah rendah saya kumat, paling cepat untuk menaikkannya saya jus buah kurma ini dan langsung minum airnya. Jangan diinapkan ya, karena nanti akan berubah menjadi haram seperti khamr yang beralkohol dikarenakan proses kondensasi. Overall, dari semua kurma tetap saya akui memang kurma ajwa terbaik!

kurma-ajwa.jpg
Kurma Ajwa biasa disebut kurma nabi | Source: DuniaTimteng

Kalau kurma favoritmu yang mana?

Ngabuburit dan Buka Bersama

Semakin bertambahnya usia, melewati bulan puasa ini akhirnya membuat saya berpikir juga. Apa iya Bulan Ramadhan kali ini sudah lebih baik dari Bulan Ramadhan yang lalu? Setelah introspeksi diri, saya merasa keberadaan ngabuburit dan buka bersama kadang membuat Bulan Ramadhan saya tidak lebih baik dari sebelumnya. Mengapa?

Pertama saya merasa jika berbuka puasa di luar waktu untuk ibadah pasti berkurang. Di saat setelah shalat magrib biasanya masih bisa membaca satu dua lembar Al Quran, karena buka bersama hal itu diurungkan karena yang ngantri buat shalat aja udah mengular. Belum tentu juga semua tempat makan menyediakan fasilitas tempat shalat yang memadai.

Saya pernah punya pengalaman buka puasa bersama di suatu tempat makan yang sebenarnya ia menyediakan mushalla (yang tidak begitu besar), namun permasalahannya air di tempat tersebut tidak ada. Alhasil kami mencari tempat untuk shalat hingga ke pom bensin (karena masjid jauh). Sampai teman saya nyeletuk ‘mau shalat aja berasa lagi naik angkot’. Saya setuju, ya namanya pom bensin tempat shalat memang seadanya, tempat wudhu hanya satu keran dan itu jauh serta terbuka tidak ada bilik yang menutupinya. Shaf shalat pun hanya bisa diikuti oleh imam di depan, satu shaf laki-laki dilanjutkan satu shaf wanita di belakangnya. Saat ruku pun harus sangat hati-hati ngeri nyenggol laki-laki yang di depan. Setelah selesai shalat boro-boro mau doa, yang di luar sudah melongok ingin bergantian shalat. Duh, kebayang ya rasanya kurang nyaman sekali.

Biasanya yang ikut buka puasa bersama jarang ikut tarawih bersama di masjid. Iya apa iya? 😀

Semakin ke sini, buka puasa bersama teman yang dari tahun ke tahun itu-itu juga, saya merasa sangat menyayangkan untuk meninggalkan shalat tarawih berjamaah. Selain karena malas kalau shalat sendiri, kalau tarawih kan pahalanya 27x lipat 😉

Buka puasa bersama ini sebenarnya memang sebagai ajang silaturahim, yang memang dianjurkan juga untuk dilakukan. Tapi menurut saya perlu ada mekanisme ulang buka puasa bersama sehingga hal-hal yang saya sebutkan di atas tetap bisa didapatkan. Jangan sampai buka puasa bersama menjauhkankita dari berkah Ramadhan yang berlimpahkan kebaikan ini. Mungkin ini kembali lagi masalah budaya, nah semua tergantung pada kita mau berubah hal ini atau tidak? Gimana kalau buka puasanya di Bulan Syawal? 😀

Bulan Ramadhan, bulan yang penuh ampunan, saat yang terbaik bagi yang ingin berubah. Bagi yang belum berhijab segera tutup auratnya, bila yang suka bergunjing saatnya menjaga lisan, lalu bagi yang mudah emosi saatnya belajar untuk menjaga emosi dan perasaan orang lain. Dan terakhir, jika ada seseorang yang ingin berubah tetap dukung ya!

hijarah

 

Gara-Gara Drama Korea

“Hai guys, lagi ada drakor apa nih yang bagus?”

Itu pertanyaan saya ke teman-teman penggila drama korea (drakor). Saya sih ga penggila, hanya penikmat. 🙂
Drakor yang saya tonton biasanya hasil rekomendasi dari orang-orang sekitar. Sekarang saya lagi nonton Goblin yang ga kelar-kelar :))

goblin (wikianime.ru)
Source: wikianime.ru

Kenapa ga kelar-kelar? Biasanya efek drakor itu candu, tapi untuk yang satu ini ga berlaku ke saya. Saya nontonnya kalau inget saja jadi walhasil ga kelar-kelar hahaha
Balik lagi, saya nonton drakor berdasarkan rekomendasi orang. Nah, Goblin ini juga direkomendasikan sama hampir seluruh teman saya. Ditambah pula katanya ratingnya yang melebihi Descendants Of The Sun (DOTS).

dots (asia times)
Source: asia times ; Pemain Descendants of The Sun cakep kan makanya betah nontonnya 😀

DOTS termasuk drakor yang saya nonton, bagus sih tapi didukung sama pemainnya yang kece badai juga saya rasa makanya heits abees :p Nah, makanya saya penasaran sama Goblin ceritanya kayak apa, kenapa ratingnya bisa lebih bagus dari DOTS.
Eh, ternyata…. B aja saudara-saudara menurut saya.

“B = biasa aja!”

Kurang greget gimanaaaa gitu ceritanya. Pemainnya toh ga ganteng-ganteng dan cantik-cantik banget (at least menurut saya). Duh, habis ini saya bisa ditimpukin sama para fansnya nih. Ampun ampun, tapi intinya Goblin biasa aja. Sampai tulisan ini diposting, saya belum selesai nontonnya dan stuck di episode 6 apa 7 ya? Tuh saya aja sampai lupa :))

Tapi ada satu drakor yang paling berkesan buat saya sampai sekarang. Judulnya “Gentlemen’s Dignity”.  Ada yang tau?

Gentlemen dignity (dramafever)
Source: drama fever

Ceritanya tentang para ahjussi alias om-om dengan usia kepala 4 yang latar belakangnya beda-beda. Mereka se-geng dan masih jomblo kecuali satu orang yang udah married sama tante-tante yang umurnya beda jauh tapi kaya raya. Tapi pas mereka keluar ngumpul bareng, cincinnya selalu disembunyiin dan dia selalu gatel sama cewek lain. Mereka berempat punya karakter masing-masing dan tingkah mereka yang lucu serta kisah romance yang ga lebay bikin candu banget nontonnya sampai ga bisa lepas dari laptop waktu itu.

Gentlemen dignity (Viki)
Source: Viki; Ada yang udah pernah nonton ini?

Gara-gara drakor saya jadi suka begadang
Gara-gara drakor pola tidur saya jadi berantakan
Gara-gara drakor saya suka halu
Gara-gara drakor saya jadi pengen ke Korea hehe

Akibat nonton drakor, rasanya pengen travelling ke Korea Selatan deh. Saya tuh tipe orang yang ribet soal makanan, bisa dibilang picky gitu lah, kalau travelling kekhawatiran pertama pasti soal makanan. Apalagi Korea Selatan juga negara yang minoritas muslimnya. Sekarang ternyata ada loh travel-travel yang nawarin paket wisata halal ke berbagai negara. Saya taunya waktu ke pameran travel and tour tahun lalu ada travel yang memberikan paket wisata halal ke negara-negara yang minoritas muslim. Sekarang saya lagi kepo-kepo sama travel Cheria halal holiday tour nih. Salah satu travel yang juga mengusung wisata halal ke berbagai macam negara seperti ke Jepang, Hongkong, Australia, Beijing, Spanyol, Alaska, Turki, Uzbekistan, dan Eropa.

Mengusung tagline “Cheria Wisata Tour Travel Halal Terlengkap di Indonesia” wah buat saya tertarik. Pertama kali saya buka websitenya, lihat paket tour ke Korea Selatan dan nemu ini!

cheria korea

Jadi sebenarnya banyak pilihan tempat wisata bila ingin bertandang ke Korea Selatan. Kalau yang didrakor paling sering disebut-sebut sih Namsan Tower ya hehehe yah namanya juga ikon, kayak Monas di Jakarta lah 😀

Bagi kamu yang bukan penggemar drakor, ingin jalan-jalan ke Korea Selatan tapi masih buta tentang Korea Selatan, di website Cheria Tour kamu bisa dapat insight kira-kira mau menjelajah bagian mana saja. Jadi tinggal kamu sesuaikan dengan rencana trip kamu. Mau yang temanya bareng keluarga, teman, atau sama pasangan juga ada. Jika kamu sama keluarga dan ingin wisata islami, kamu bisa napak tilas keberadaan agama Islam di Korea Selatan sekaligus melihat masjid pertama di Korea Selatan. Boleh juga berkeliling menikmati di Busan menggunakan Busan City Tour. Apabila sama teman, mungkin tournya akan berbeda lagi, yah namanya anak muda pengennya yang happening kan biar kalau update di socmed banyak yang komen *eh

Yang anak muda banget di Korea Selatan ada Vivaldi Park. Tempat ini adalah surga bagi pecinta ski. Letak Vivaldi Park tidak terlalu jauh dari Seoul hanya butuh waktu sekitar 1 jam dari Seoul dengan kendaraan pribadi.

vivaldi park
Source: youtube ; Vivaldi Park, surga pecinta ski di Korea Selatan. Pastikan kalau ke sini pas musim dingin ya 😀

Ataaauu kalau sama pasangan, kamu perlu banget ke Jeju Island! Pulau ini katanya sih kayak Bali atau Hawai-nya Korea gitu dan jadi salah satu tujuan wisata honeymoon paling top di dunia. Dijuluki ‘Island of the Gods’, panorama alamnya bagus dan bervariasi mulai dari gunung, tebing, pantai, air terjun, padang rumput sampai padang bunga liar. Yakin kamu ga mau lihat langsung salah satu kejaiban alam bersi terbaru warisan dunia UNESCO yang satu ini?

Coba bayangin kamu ke sana sama pasangan, eiitsss romantis banget yaaa

Tapi pasangannya udah ada kan? :p

Liburan bareng pasangan lainnya yang bagus juga ke Thailand. Kakak saya baru dari Pattaya dan foto-foto pantainya bagus banget bikin mupeng. Kalau liat pantainya biruuuu banget, rasanya pengen langsung nyebur. Thailand dan Korea Selatan sebelas dua belas nih kalau soal makanan. Wisatawan muslim kudu hati-hati untuk milihnya. Ga mau kan 4 hari 3 malam makannya Tom Yam terus-terusan? 😀

Sebenarnya kalau ada uang lebih (dan harus belajar nabung dan menyimpan uang) lebih enak wisata menggunakan travel. Ittinerary jelas, dipandu guide yang memang paham daerah wisatanya, dan soal makanan tentunya lebih aman karena ada paket wisata halal untuk ke negara-negara minoritas muslim seperti yang Cheria halal holiday tour miliki ini.

Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa lihat langsung Paket Tour Wisata Halal Korea Selatan dan Paket Tour Wisata Halal Bangkok serta paket-paket wisata lainnya yang diusung oleh Cheria Wisata Tour. Prinsip saya yang penting tau dan bidik aja dulu, masalah perginya saat liburan lebaran, liburan akhir tahun yaaa kita lihat saja nanti hahaha


LombaMenulisArtikelCheriaWisata

Jalan-Jalan ke RPTRA Teratai

Jalan-Jalan ke RPTRA Teratai

Jalan-jalan ke RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) kali ini dikarenakan untuk menepati janji ke ponakan saya. Sekarang saya mau cerita sedikit mengenai RPTRA Teratai yang baru saja saya kunjungi.

Letak RPTRA Teratai ini di Tebet Timur persis di depan Sekolah Muhammadiyah. Lokasinya strategis juga karena bersebelahan dengan Taman Honda dan Taman Jalur. Jadi bisa dibayangkan daerah situ tuh asri dan adem banget. Kalau saya ga salah, di Tebet itu ada 2 taman untuk lari dan 2 RPTRA yang lokasinya berdekatan.

Kedua taman yang saya maksud yaitu Taman Honda dan Taman Jalur. Keduanya taman tetapi peruntukkannya berbeda menurut saya. Jika kamu tipe atlet yang memang ingin berolahraga dan berlari sesuai target, maka kamu cocok ke Taman Jalur. Kondisi track larinya memang panjang dan bebas dari anak-anak berlari atau gangguan lainnya. Satu putaran di Taman Jalur kurang lebih sebanding dengan 1.5 km. Sepanjang track lari, kanan kiri kamu pohon-pohon rindang. Lebih privat, recommended buat saya👍

Nah, kalau kamu tipe ibu-ibu bawa anak beserta keluarga cocoknya ke taman Honda. Tiap weekend ada aerobik bareng di sana. Track lari tetap ada, tetapi lari kamu pasti banyak tersendatnya karena banyak yang duduk-duduk di sana. Ada lapangannya juga biasa dibuat main badminton. Banyak anak kecil juga karena di sana ada mainan anak seperti perosotan dan permainan menaiki tangga-tangga.

Di Tebet ada juga 2 RPTRA. Satu bernama Teratai (yang saya kunjungi) satu lagi kalau saya tidak salah bernama Anggrek. Setelah mengunjungi RPTRA, saya rekomendasikan untuk membawa anak-anak ke RPTRA saja. Begini gambarannya, RPTRA Teratai terdiri dari lapangan, beberapa permainan seperti perosotan, ayunan, dan jungkat-jungkit.

Ayunan dan perosotan
Anak SD Muhammadiyah bermain ayunan
Jungkat-jungkit
Lapangan bola

Untuk ibu-ibu atau para tante (seperti saya) dan pengantar juga ada tempat untuk duduk-duduknya.

Di sisi lain, ada aula yang terdapat meja pingpong serta biasa digunakan untuk latihan bagi kelompok karate.

Aula serbaguna
Jadwal pemakaian aula dan lapangan

Tempat sampah tersedia di berbagai sudut sehingga kebersihan terjaga. Saya baru liat ada pengklasifikasian sampah selain organik dan non-organik di sini.

Tempat sampah organik, non-organik, dan B3

Fasilitas lain ternyata ada perpustakaannya juga loh! Koleksinya buku khusus anak-anak dan juga pengetahuan umum untuk anak kisaran SD.

Perpustakaan anak
Jadwal kunjungan perpustakaan

Ohya, Hari Sabtu dan Minggu di RPTRA Teratai ternyata ada kegiatan mewarnai untuk anak-anak dari jam 10-12 siang.

Ada ruangan khusus menyusui
Kalau lapar atau haus silakan mampir ke marketnya
Tempat jalan bebatuan untuk refleksi

Secara keseluruhan, konsepnya RPTRA menyenangkan dan cocok untuk jalan-jalan sore bagi anak agar mereka juga dapat bersosialisasi. Berhubung taman bermain sudah sulit, bayangkan saja sekarang anak-anak yang ingin berolahraga saja harus membayar (ke tempat gelanggang atau sewa lapangan futsal/badminton indoor yang ada tarif per-jam). Kondisi Jakarta sekarang sangat jauh berbeda dengan dahulu, dengan adanya RPTRA ini menjadi salah satu hiburan anak dan solusi agar anak-anak tidak terjebak di rumah dengan gawai masing-masing. 

Ga cuma anak-anak aja yang senang, saya juga senang karena udaranya sejuk dan bersih. Menyenangkan sekali jalan-jalan ke RPTRA, cuma satu yang kurang mengenakkan. Saya selalu dipanggil ibu dan disangka bawa anak ke sana. Huft 😑